Di Desa Krandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, terdapat sebuah tempat ziarah yang bernama Petilasan Nyi Endang Geulis. Di Petilasan tersebut terdapat banyak peninggalan. Peninggalan yang berupa sumur, kolam atau balong, dan batu. Sebenarnya di Desa Krandon ini terdapat 3 tempat ziarah. Yang pertama, Situs Makam Mbah Kuwu Sangkan, Petilasan Nyi Endang Geulis, dan Balong Biru. Letak dari ketiga tempat ziarah ini lumayan jauh atau tidak terlalu berdekatan. Seperti letak dari Situs Mbah Kuwu Sangkan yang letaknya di bawah, Petilasan Nyi Endang Geulis dan Balong Biru letaknya di atas. Namun tidak terlalu dekat juga jaraknya.
Di Petilasan Nyi Endang Geulis terdapat peninggalan yang berupa 2 sumur dan 1 balong. Sumur itu bernama sumur jaya dan sumur kemuliaan. Dari masing-masing sumur memiliki manfaat atau karomahnya sendiri. Sedangkan balongnya tersebut yang dahulunya merupakan tempat mandi Nyi Endang Geulis bersama suaminya. Suami Nyi Endang Geulis bernama Pangeran Walangsungsang atau yang lebih dikenal Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana ini merupakan anak dari Raden Pamanahrasa atau yang lebih dikenal dengan Prabu Siliwangi.
Setelah Pangeran Cakrabuana menikah dengan Nyi Endang Geulis, mereka berdua tinggal di tempat yang sekarang bernama Petilasan Nyi Endang Geulis. Di Petilasan Nyi Endang Geulis pun terdapat bangunan berupa mushola, ruang tamu yang terbuka, ruangan khusus, toilet, dan rumah yang tidak terlalu besar berwarna pink. Di Petilasan ini pun terdapat hewan yang dianggap karomah, baik oleh warga sekitar maupun para pengunjung yang berziarah. Hewan itu adalah monyet. Menurut Pak Krambyan, yang merupakan juru kunci sekaligus orang yang merawat petilasan tersebut mengatakan, bahwa monyet-monyet tersebut merupakan wujud dari jelmaan santri murid Nyi Endang Geulis pada saat itu.
Sedangkan Petilasan Nyi Endang Geulis sendiri sebenarnya cukup susah untuk di cari tempatnya, karena harus melewati jalan yang tidak cukup baik atau buruk. Banyak lubang-lubang yang cukup dalam, bebatuan, serta ada sungai kecil di sebelah kanan dan kirinya. Sehingga bagi pengendara motor dan pengendara mobil harus berhati-hati. Sebab akses jalannya yang tidak bagus dan berbahaya. Sementara itu, untuk menemukan letak Petilasan Nyi Endang Geulis itu harus masuk gang kecil. Gang itu hanya bisa dilalui oleh pengendara motor, sepeda, dan pejalan kaki. Apabila pengunjung datang menggunakan mobil, maka harus parkir di Balong Biru, yang letaknya lumayan jauh jika ditempuh dengan jalan kaki. Karena tidak ada tempat parker yang tersedia untuk kendaraan mobil. Jadi, jika mobil di parkirkan di Balong Biru dan ingin berkunjung ke Petilasan Nyi Endang Geulis, maka harus berjalan.
Selain itu, di Petilasan Nyi Endang Geulis pun terdapat 7 makam. Yang katanya, makam-makam tersebut merupakan makam dari keluarga Nyi Endang Geulis dahulu. Lalu, disitu juga terdapat banyak pohon bambu yang tinggi dan cukup lebat. Sehingga sering digunakan monyet untuk bergelantungan dan bermain. Monyet-monyet yang berada di situ, sangat susah untuk dijumpai. Menurut juru kuncinya, monyet-monyet itu akan turun ke bawah jika mereka lapar saja. Setelah mereka kenyang, maka mereka akan kembali lagi ke tempatnya, yaitu di atas Petilasan Nyi Endang Geulis. Di Petilasan Nyi Endang Geulis terdapat tradisi yang dilakukan, yaitu menguras balong tersebut setiap 1 tahun sekali setiap tanggal 1 Muharam.
Friday, January 25, 2019
Sumur Kemuliaan di Percaya Memberikan Karomah
Tepat di Petilasan Nyi Endang Geulis terdapat 2 sumur dan 1 balong. Sumur itu diberi nama Sumur Jaya dan Sumur Kemuliaan, sedangkan nama balongnya adalah balong Nyi Endang Geulis. Kali ini saya akan membahas tentang salah satu sumur yang merupakan peninggalan dari Nyi Endang Geulis, yaitu Sumur Kemuliaan. Sesuai dengan namanya, sumur itu dipercaya akan memberikan kemuliaan atau karomah bagi orang yang mempercayainya. Barang siapa yang mencuci muka atau wudhu di sumur itu, maka akan mendapatkan karomah atau kemuliaan untuk hidupnya. Jangan salah sangka dahulu, di era yang sudah modern seperti saat ini, ternyata masih banyak orang yang mempercayai hal seperti itu. Namun, menurut sang juru kunci disana yang bernama Pak Krambyan, kita boleh saja percaya dengan hal seperti itu. Tetapi, semuanya balik lagi diserahkan kepada Tuhan kita yang telah menciptakan kita di dunia yaitu Allah SWT.
Banyak wisatawan atau yang lebih tepatnya disebut dengan penziarah yang datang ke Petilasan Nyi Endang Geulis. Mereka datang untuk berziarah, silaturahmi dan membawa permohonan yang akan disampaikan. Sumur Kemuliaan dan sumur jaya letaknya sama, yaitu di Petilasan Nyi Endang Geulis nya dan kedua sumur tersebut tempatnya terpisah dari kelima sumur lainnya seperti, sumur jago yang letaknya di mbah kuwu sangkan, sumur kejayaan yang letaknya di sebelah petilasan Nyi Endang Geulis, dan sedangkan 3 sumur lagi yang bernama sumur tetes, sumur gua garba, serta sumur rejeki letaknya terdapat di balong biru.
Orang-orang dari luar kota bahkan warga asing dari luar negeri pun banyak yang datang berkunjung ke Petilasan Nyi Endang Geulis. Tidak sedikit dari mereka juga banyak yang mencuci muka dan wudhu di sumur kemuliaan. Karena mereka ingin mendapatkan kemuliaan dalam hidupnya, agar hidup mereka selalu tenang, damai, rukun, dan sejahtera. Menurut pak Krambyan yang merupakan juru kunci di Petilasan Nyi Endang Geulis mengatakan, bahwa masyarakat Indonesia yang datang kesini dan mempercayainya pasti melakukan ritual dan membawa keinginan. Namun bagi masyarakat yang tidak mempercayainya, mereka hanya datang untuk melihat-lihat ada benda peninggalan apa saja disini dan ingin tahu sejarah tempat ini atau biasa disebut kunjungan wisata.
Sedangkan warga asing dari luar negeri datang ke Petilasan Nyi Endang Geulis itu karena mereka tertarik dengan ritual yang dilakukan oleh pengunjung lainnya. Ritual yang dilakukannya seperti, mencuci muka dan wudhu di 7 sumur tersebut, mandi atau berendam di balong kramat. Karena peninggalan yang berupa sumur-sumur dan balong di tempat tersbut, masing-masing memiliki manfaat atau fungsinya sendiri. Namun sumur yang banyak dikunjungi oleh pengunjung adalah sumur kemuliaan. Karena banyak orang yang menginginkan hidupnya selalu sejahtera.
Pengunjung yang datang bukan hanya dari kalangan yang sudah berkeluarga, namun banyak juga pengunjung yang datang dari kalangan remaja dan bahkan ada juga yang nenek-kakek yang sudah lansia. Mereka datang berkunjung ke tempat ini dengan tujuan masing-masing. Untuk sumur sendiri, tempatnya seperti di beri bilik dan atas sumurnya ditutupi oleh seperti anyaman bambu yang sudah berwarna kecoklatan. Sedangkan balong dibiarkan terbuka, namun selalu dikuras setiap 1 tahun sekali di tanggal 1 Muharam saja. Dan menurut Pak Krambyan kembali, sumur kemuliaan adalah sumur yang banyak diminati oleh pengunjung.
Batu Angkat yang Dianggap Membawa Syafaat
Di Desa Krandon,Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, tepatnya di balong biru yang letaknya tidak terlalu jauh dari Petilasan Nyi Endang Geulis terdapat batu yang diletakkan dalam suatu ruangan. Batu itu diberi nama “Batu Angkat”, batu tersebut dipercaya baik oleh masyarakat setempat maupun masyarakat dari luar kota. Juru Kunci atau kuncen yang merawat tempat tersebut mengatakan bahwa “Barang siapa yang melakukan tawasulan atau pengajian di depan batu tersebut, dan dapat mengangkat batu itu sebanyak 3 kali, maka harapan atau keinginannya dapat terwujud”. Yang mengunjungi tempat tersebut tidak hanya dari masyarakat sekitar, namun banyak juga pengunjung dari luar kota yang berziarah ke tempat tersebut. Sebenarnya di balong biru itu ada 2 batu yang di anggap kramat, dan salah satu batu yang dianggap kramat itu adalah batu angkat tersebut. Orang yang ingin harapannya terwujud, harus melakukan ritual dahulu. Ritualnya dengan cara:
* Berpakaian rapih dan sopan
Kenapa harus berpakaian rapih dan sopan? Karena bentuk dari menghormati leluhur atau penunggu yang menjaga batu tersebut.
* Menjaga sikap dan tutur kata
Kita sebagai pengunjung, harus menjaga sikap yang kita lakukan dan tutur kata yang terucap. Agar tidak ada yang tersinggung atau tidak terima atas perlakuan dan tutur kata kita terhadap leluhur yang menjaga tempat tersebut.
* Tawasulan atau Pengajian
Setelah berpakaian rapih dan sopan serta menjaga sikap dan tutur kata, kita harus wudhu terlebih dahulu sebelum melakukan tawasulan atau pengajian. Setelah wudhu, diri kita ini dianggap sudah suci. Selanjutnya adalah tawasulan dan mengucapkan permohonan yang diinginkan. Setelah itu membaca surat-surat al-qur’an yang dibacakan cukup banyak dan contohnya adalah surat al-fatihah, surat an-nas, surat al-falaq, surat al-ikhlas, surat yasin, ayat kursi. Itu adalah beberapa contoh surat yang dibacakan pada saat saya dating ke tempat tersebut. Karena kebetulan, waktu saya datang kesana untuk melakukan observasi, ada rombongan dari luar kota yang mengunjungi tempat tersebut untuk berziarah.
* Mengangkat batu
Setelah melakukan tawasulan, selanjutnya atau tahap terakhir nya yaitu adalah mengangkat batu angkat sebanyak 3 kali / orang secara bergantian. Dan sebelum mengangkat batu tersebut pengunjung harus mengucapkan bismillah. Lalu setelah mengucap bismillah, angkat batu angkat tersebut sampai 1 jengkal di atas kepala. Dan saat mengangkat batu tersebut, harus mengucapkan “ALLAHU AKBAR”. Namun menurut penjelasan dari juru kunci disitu, mengatakan bahwa tidak semua harapan dapat di kabulkan, hanya harapan-harapan dengan niat baik saja yang akan dikabulkan oleh leluhur yang menjaga batu tersebut.
Batu angkat itu selalu ditutup oleh kain putih, namun jika ada orang yang berziarah dan ingin mengakat batu tersebut. Maka kain putih yang menutupnya dibuka, dan jika ritual mengangkat batu tersebut sudah selesai, maka batu tersebut ditutup kembali oleh kain putih yang tadi yang berbentuk persegi 4. Namun meskipun kain tersebut berbentuk segi 4, tapi kain itu bisa menutup batu itu dengan rapat.
Menurut juru kunci serta penziarah yang telah berkunjung ke tempat tersebut dan melakukan ritual mengangkat batu angkat itu mengatakan, bahwa harapannya itu terwujud. Ntah kebetulan atau bagaimana, tapi ya itulah yang memang terjadi. Jadi, dari zaman dahulu sampai sekarang, batu angkat merupakan salah satu peninggalan Nyi Endang Geulis yang dipercaya membawa syafaat.
Sunday, January 20, 2019
Alasan mengapa pengunjung memilih berwisata ke Petilasan Nyi Endang Geulis
Banyak tempat wisata yang lebih menarik daripada wisata seperti Petilasan Nyi Endang Geulis, tetapi Petilasan ini juga menyimpan hal-hal yang juga menarik untuk dikunjungi wisatawan dan pengunjung yang berziarah. Karena Petilasan Nyi Endang Geulis memiliki banyak sejarah dan juga ritual yang unik. Salahsatunya adalah balong dan sumur yang menyimpan banyak manfaat bagi pengunjung yang datang. Bagaimana bisa Petilasan yang lokasinya tersembunyi dikunjungi pengunjung, jumlah pengunjung tidaklah terlalu ramai tetapi setiap harnya pasti ada saja pengunjung yang datang untuk sekadar berziarah atau meminta sesuatu.
Maka dari itu mari kita ulas mengapa pengunjung memilih berwisata ke Petilasan Nyi Endang Geulis dan alasanya.
1.Menyimpan Banyak Sejarah
Petilasan Nyi Endang Geulis begitu banyak menyimpan banyak sejarah mulai dari pembangunan petilasan itu sendiri sampai dengan benda-benda pusaka dan silsilah dari Nyi Endang Geulis. Jika kita ulas sedikit sejarah dari peninggalan yang ada di petilasan ada berupa bangunan, kolam, dan sumur. Jika kita ulas dari silsilah maka Nyi Endang Geulis adalah anak dari Ki Gedeng Danuwarsih. Situs ini didirikan ketika Pangeran Walangsungsang/ Pangeran Cakrabuana membabat hutan bersama pengikutnya dan mendirikan sebuah petilasan untuk tempat singgah pada tahun 1442 Masehi.
2. Rileksasi dengan alam.
Sejarah mengungkapkan bahwa dahulu tempat yang dibangun Petilasan ini adalah sebuah hutan lebat yang rindang, in terbukti jika di lokasi petilasan tidak begitu panas karena banyak pohon mengelilingi. Salahsatu pohon yang banyak dijumpai adalah pohon bambu yang di hui monyet monyet yang berkeliaran. Ketika Kita masuk gerbang pun sudah disambut oleh pohon beringin yang rindang, para kawanan monyet juga hal yang menarik perhatian wisatawan karena ketika muncul merak bergerombol dan biasanya datang untuk meminta makanan. Para monyet ini dipercaya warga sekitar adalah sebagai jelmaan dan pengikut dari Pangeran Walangsungsang dan Nyi Mas Endang Geulis.
3.Tradisi Dan Kepercayaan.
Ada beberapa tradisi yang dipercaya akan membuat hidup menjadi lebih tentram dan berkah, yaitu mandi di balog. Banyak wisatawan yang mandi dib along agar mendapat kemudahan pada kehidupanya, Mengangkat batu juga dipercaya oleh kuncen bahwa barangsiapa pengunjung dapat mengangkat batu sebanyak tiga kali maka mereka yang bisa mengangkat akan mendapatkan karomah di hidupnya. Petilasan juga mempunyai tradisi menguras balong dan sumur saat acara besar seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, dan biasanya banyak pengunjung yang datang ketika hari tersebut.
4. Berdiam diri di Petilasan
Ritual ini sudah banyak dilakukan orang dan banyak dari mereka yang merasa berhasil melakukan ritual ini, ritual ini mempunyai tujuan adalah untuk orang-orang yang memiliki keinginan besar. Mereka biasanya menetap diri di Petilasan sambil puasa dan membaca al-quran, seseorang yang dinyatakan keinginannya akan segera dikabulkan adalah ketika orang tersebut bermimpi bertemu dengan Nyi Endang Geulis dan memberikan pesan bahwa apa yang dia lakukan di Petilasan sudah cukup. JIka mimpi itu sudah terjadi, maka pengunjung yang melakukan ritual berdiam diri di Petilasan dibolehkan pulang.
Nah, Itulah beberapa alasan mengapa Pengunjung memilih Petilasan Nyi Endang Geulis untuk dijadikan tempat wisata religi.
Mengapa Kita Harus Berkunjung ke Situs Nyi Endang Geulis
Sebagai generasi muda kita dituntut untuk ikut menjaga dan melestarikan peninggalan-peninggalan bersejarah yang ada, disini saya akan memberikan alasan-alasan mengapa anda atau kita semua disini harus berkunjung atau setidaknya mengetahui sejarah Islami di wilayah Cirebon, mungkin kita hanya mengetahui kalau Cirebon itu hanya terdapat Sunan Gunung Jati. Padahal lebih dari itu masih banyak sekali wisata sejarah religi yang tersebar di beberapa titik di wilayah Cirebon, misalnya Situs Nyi Endang Geulis yang akan saya bahas kali ini. Sebenarnya berdirinya petilasan ini tak lepas dari sangkut paut Sunan Gunung Jati itu sendiri yang ada pada sekitar abad 13-14 masehi. Setelah saya bersama kelompok melakukan observasi ke lokasi secara langsung, pada akhirnya saya bisa menyimpulkan kalau Petilasan Situs Nyi Endang Geulis ini adalah tempat yang wajib dikunjungi bagi kita semua bukan hanya kalangan muda tetapi kepada khalayak luas, berikut adalah beberapa alasan mengapa kita wajib datang ke petilasan ini.
1. Jarak tempuh yang tak begitu jauh dari Kota Cirebon
Lokasi petilasan ini memang tersembunyi tetapi letaknya yang berada di kecamatan Talun yang merupakan Jalan penghubung antara Kota Cirebon dan Kota Sumber menjadikan aksesnya menjadi mudah, dengan jarak tempuh sekitar 13 Km dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 20 menit apalagi jalanannya terbilang cukup lengang.
2. Tempatnya yang sejuk
Karena letaknya yang berada di pedesaan yang masih asri dan berbatasan langsung dengan hutan sehingga membuat anda semua yang berkunjung akan merasa nyaman dan tidak merasa kepanasan, didukung lagi oleh adanya pohon beringin yang tinggi menjulang akan menambah kesejukan disiang hari yang biasanya terasa panas.
3. Cocok bagi anda yang ingin mencari ketenangan dan syafaat
3. Cocok bagi anda yang ingin mencari ketenangan dan syafaat
Menurut penuturan sang juru kunci banyak sekali pengunjung yang datang ke situs ini untuk mencari syafaat maupun hanya sekedar mencari ketenangan, banyak orang yang mempercayai bahwa dengan bermalam dan berpuasa dalam beberapa hari ditempat ini akan mendapat syafaat dihidupnya lalu mereka juga mengirimkan doa kepada Allah SWT lewat perantara Nyi Endang Geulis, mereka biasanya akan pulang setelah mendapatkan mimpi dalam mimpinya tersebut bertemu seseorang yang menjawab doa mereka. Sewaktu saya dan kelompok kesana ada beberapa calon anggota dewan ataupun calon kepala daerah yang hendak meminta syafaat.
4. Terdapat sumur dan kolam yang airnya dipercaya dapat mendatangkan berkah
Di petilasan ini terdapat dua buah sumur yakni sumur jaya dan sumur kemuliaan, kedua sumur ini saling berdekatan dan tertutupi oleh pagar keliling yang terbuat dari tembok di sumur-sumur ini disediakan pula gayung untuk mempermudah pengunjung dalam mengambil air. Tak hanya sumur tetapi ditempat ini juga terdapat kolam yang ukurannya tak begitu besar dan tempatnya pun terbuka dan biasa digunakan oleh pengunjung sebagai tempat mandi atau hanya membasuh muka saja tentunya dengan mengharapkan berkah, namun tetap saja semuanya kembali pada diri kita masing-masing dan tentunya memasrahkan semuanya kepada yang maha kuasa.
5. Tempatnya yang tergolong masih sepi
Dibandingkan dengan dua petilasan lainnya yang berada di desa Krandon, petilasan Nyi Endang Geulis ini dapat dibilang paling sepi pengunjung dibuktikan dengan penuturan sang juru kunci bahwa setiap harinya tak kurang dari 10 orang berkunjung ketempat ini, hal ini dapat dijadikan kelebihan dari tempat lain karena pengunjung tidak akan berdesak-desakan ketika berada ditempat ini. Jadi kita bisa lebih merasa nyaman dan tak akan merasa terganggu oleh banyaknya orang sehingga dalam melakukan peribadatan dapat lebih khusyuk dan tenang.
Mungkin tak banyak yang bisa saya sampaikan tapi saya berharap dengan adanya postingan ini dapat mendorong minat pembaca untuk dapat berkunjung dan melestarikan Situs Nyi Endang Geulis, supaya kedepannya tetap terjaga dan tak lekang tergerus oleh pesatnya jaman.
Subscribe to:
Posts (Atom)

